Latest Entries »

Senja memutarkan arahnya padaku
Menawarkan segudang rasa yang kian temaram
Lukisan indah berbaur duka
Menyahat hati yang tak henti tuk dimengerti

Aku tersenyum sejenak melewati rasa lelahku akan tawa bersama sahabat-sahabatku seharian ini. helaan napas lega mulai terasa dari sudut mulutku.
“bagaimana dengan aray???”tanya Dinda.
Aku tersenyum malu. Semuanya meledekku seperti aku pertama kalinya merasakan perasaan ini. namun, kami terhenti tuk tertawa melihat sorotan mata Dinda.

“hmm..ada yang ingin aku katakan ke kamu,Clara” kata dinda.
Kami menahan napas, menunggu kalimat yang mungkin sangat penting bagi kami,oh bagiku pastinya. Feelku berujar pedih akan ku rasa. Biarlah,,setidaknya tiada rahasia demi persahabatan ini.
“aray,,masih mencintai mantannya, dia berharap banyak meski sang mantan tak memberikan kesempatan” lirih dinda.
Deg..guncangan keras menyelimuti bersihnya kalbuku yang penuh dengan kebahagiaan. Sungguh jauh dari kerelaanku, ketulusanku seakan hanya gulir penyemangat iseng baginya,,mungkin. Aah..mulai dengan kemungkinan saat ini.
“ aku percaya aray,,dia berani belajar..belajar menyayangi” pura-puraku tegar.
Kami berpelukan, aku tahu mereka sebenarnya merasakan perihku. Merasakan hantaman yang tiada terduga di sore hari seperti ini.
“benarkah aku bodoh??” tanyaku kemudian.
“claraaa…”serempak mereka bertiga.
Diam..kami tak menyeruakan apapun. Satu persatu sahabatku pulang karena sore mulai beralih dengan waktu malam.

Malam ini..ku dengarkan alunan sendu dari hatiku
Periakan perih..tak terelakan..
Dasyatnya rasa indah yang berubah seketika menjadi desiran mendung
Ketakutan terdalih kekuatan namun,,kini….
Kini..yua..kini ku tak ku ketahui kemana langkahku pergi

……….

“De..belajar” suara bass kakakku mengagetkanku.
Aku hanya tersenyum, berdiri dan mengambil buku tuk aku pegang, setidaknya membuat kakak dan mamaku tak bingung dengan kondisiku.
“kalau masih sakit,,besok nggak usah masuk lagi” perintah mamaku datar.
Aku menggelengkan kepala, aku menuju ruang tamu, aku bersandar di sofa dan membiarkan buku-buku menjadi berantakan di meja.
“di meja belajar gih,,kakak udah selesai koq maenan laptopmu” pinta kakakku.
“tak usah,,,lagi pengen disini ajah” ucapku.

Aku mencoba berkonsentrasi dengan dayaku ini, berharap otakku dan perasaanku dapat berkoheren dengan baik.
Pecah…kabuur…entahlah

Tiada makna satupun yang ku tangkap
Arti dari belajar..hmm..susah sekali
Berkali-kali aku mencoba soal yang sama hingga aku ingin menangis
“bukankah materi itu kemarin kamu dapat nilai sempurna?” penasaran kakakku.
“ih dari tadi kakak liatin aku belajar yua?ember..ini tuh gampang..makanya pura-pura kesulitan biar terkesa menarik” jawabku bohong.
“semua yang berawal dari kepura-puraan bisa menjadi kenyataan” ingat mamaku.
Hampir aku melupakaan perumpaan pura-pura yang jua ku dapat dari guru di sekolahku. Lntas…what should i do???pikiranku hanya tertuju pada sesosok yang tak pernah mengaggapku ada….Tuhan…help me .
…………

Dengan menjauhkan buliran ketakutan, aku datang menemui aray, entah apa yang ingin di katakan aray padaku..makiankah??hinaan??atau mengucapkan selamat tinggal.
Pakaianku yang hampir lusuh karena teriknya mentari di siang ini serta keringat yang hampir abis setelah melalui ulangan yang melelahkan. Jauh..sempat putus asa tuk bertemu dengannya.
Hampir setengah jam, aku duduk di taman dekat halte. Hanya orang yang berlalu lalang tanpa aku kenali. Tiba-tiba sebuah bus terhenti,,aku berdiri ku harap araylah yang turun dan akan menyapaku. Punah,,bukan aray..hanya segerombolan anak sekolah yang sama-sama lelah dengan aktivitas hari ini.

Terasa ada yang memegang bahuku, aah pasti aray. Degupan gencang mulai menyulut, aku membenarkan posisiku tuk berhadapan dengannya.
“sorry clara,,ini aku dimas”sapa Pacar Dinda ini.
Aku masih bertanya dalam hati ini, tumben ini anak pergi tanpa Dinda.
“Aray takkan datang…”hati-hati sekali Dimas berkata.
Aku menelan ludah…mengucur aliran darahku..desiran merajut ke sukmaku. Apakah benar adanya???dia… aray.. tak pernah ingin bersendau gurau denganku secara langsung. Dia..aray..manusia tampan yang tak ingin menyentuh luka di hatiku. Ya..Aray..cowok yang aku banggakan namun,,aku bagaikan bangkai busuk.
“Dia hanya menganggapmu teman..sahabat, tak lebih. Pulanglah bersamaku” ajak Dimas.
“dimas..kau bersahabat denganku jauh sebelum kau bersama Dinda. Bukankah kau tahu aku seperti apa?kau mengerti betapa torehan sayang yang aku kubur dalam setiap detikku demi orang yang aku cinta??” sontakku tak bisa melampiaskan kekecewaanku.
“aku tahu.. makanya aku memaksamu pulang. Sampai kapanpun dia tak datang. Mungkin..dia tak ingin kau semakin terluka.”
Ku kibaskan tangan Dimas yang ingin menggeretku pulang, Ku paksa dengan atas nama sahabat agar dia pulang tanpa aku, Ku lampiaskan kekesalanku pada sahabatku ini yang tak berdosa. Dimas paham posisiku, Dia melangkah jauh dariku dan membiarkan aku terangai pahit di atas taman yang asri ini.

Wahai kau dewa sayang dari ribuan sayang yang aku abaikan
Disini aku masih menantimu dalam belas kasihmu
Mengatakan kau akan meneruskan belajar tuk menjadi yang terbaik di hatiku
Janji waktu yang kita tanggalkan
Kebersamaan perih terencangankan
Nodakah semua itu karena sebuah nama??nama yang sama sekali tak pernah aku kenal.. nama yang menghancurkan harapanku padamu..
Aray..sadarkah??kau baginya hanyalah sampah.
Aray..mengertikah??dengan tangan terbuka aku memungut lukamu
Aray..justru kau disini memarahiku..mengapa menyentuh sakitmu?
Aray..kau tak bergeming..
Aray..kau hancurkan aku..kau bagikan luka tanpa kau sadari

Detik mulai menunjukan besarnya, mendung mulai berkiblat. Aku masih tersimpuh di dedaunan yang jatuh,,jatuh seperti pasrahku.. mekar tak terkendali jiwaku mengingatmu.
Gerimis menyapaku..aku sangat bersyukur setidaknya linangan air mataku tak ada yang mampu mendefisinikan.
Bahuku tak lagi dingin, seorang yang aku nanti tlah datang. Dia menyibakan jaketnya padaku.
“pulanglah..jangan harapkan aku” Ucap aray tanpa ekspresi.
Deg..beringai dan campur aduk..ku rasa semua orang kini mengerti lukaku. Benarkah ini yang dia inginkan..lalu sikap friendly siapa sajakah yang ia bagi???
Bahu yang sempat hangat kini terasa seribu kali lipat dinginnya.. layaknya aku sedang di berada di kutub tanpa mentari yang tersenyum padaku.
Di dasar lubuk hatikku..aku hanya bertanya :
“haruskah aku terhenti?????”
Aray menghilang begitu saja, dia meninggalkanku di ujung hujan. Aaah tidak,, dia pergi tuk menghentikan jiwa ceriaku..aah sudahlah aku memang bodoh.

……….
Aku menaikan kerah jakteku di pagi ini. dingin..yua..hanya dingin yang dapat aku rasakan. Tiada kehangatan apalagi panas..semua terasa dingin.
Sejak itu,, Aray..seakan menghubungiku tuk mengatakan jangan mengganggunya meski dengan nada yang sungguh sangat sopan dan tersirat.
Aku termenung di belakang lelahku..
Dia tak bergeming..dia tak bernyawa denganku..
Aku mengernyitkan sendau gurau yang dulu terbentuk..
Dia terdiam..dia bahagia dengan jiwa yang tlah tak menginginkannya
Melankolis..ataukah…phlegamathis???
Entahlah..aku masih tegak..
Aku kokoh dengan runtuhan yang kau berikan
Aku tetaplah sanguinis..yang ceria dan menjadi tawa yang membutuhkan.

…………….

Desiran halus merebak di sentral pikiranku
Dimanakah kau hidup??hati..jantung…otak kanan atau otak kiriku??
Namun,,aku tahu dimana aku hidup?? Dalam rohani sahabat yang membutuhkan semangat.
Tancap berbilah ruhku…
Aku masih menjadi orang yang bodoh dan mengulangnya sampai detik ini
Kehilangan konsentrasiku karenamu
Aray…clara…dua makhluk yang berbanding terbalik
Namun,,mereka sama merasakan sakit dan luka yang ia cintai..
Clara mengagumi aray???benarkah????entahlah…
Aray membenci clara???mungkinkah???entahlah..
Satu yang terasa…satu yang tertanyakan…
“Aray..haruskah clara berhenti menyentuh lukamu tuk mencairkan darah indah abadi dalam naungan bersama atas nama Cinta??”

Pagi yang cerah mewarnaiku di ujung mentari yang mulai menampakan auranya. Aku tersenyum dan terus tersenyum.
“pak..sampai sini saja” ujarku pada sopirku.
“lho non,,kan masih setengah jalan ke sekolah. Nanti bapak dimarahi tuan..”tanya beliau.
“udah pak,,aku mau berangkat sama dinda koq..tenang ajah,,key pak” rayuku kembali.
Mobil tlah berhenti dihalte..dengan degupan kencang aku melihat sebuah bus tlah berhenti di sebrang jalan. Dia pasti turun dari bus itu,,pekikku dalam hati.
Mataku mulai liar dan mencari sosok yang tlah membuatku selalu ingin merasakan indahnya pagi. Uuhft..tak ku dapati dia. Aku menunduk.
Dengan helaan napas pasrah, aku mengangkat kepalaku tuk mencari dinda yang tak kunjung datang. Sst..tatapanku terhenti oleh seorang cowok dengan dasi hitam dan pakaian identitas ciri khas sekolahnya. Degup jantungku kian kencang. Tak dapat aku kendalikan gejolak jiwaku. Mataku tak melepaskan kesempatan tuk memandangnya.
Dug…dia menoleh padaku, Ah sungguh salting,,aku tolehkan kepalaku ke arah yang berlawanan agar dia tak dapat menerka ke salah tingkahanku.

Beraninya aku berusaha menguasai perasaanku. Kekuatan yang setengah hilang ku coba tuk melihatnya kembali. Bangganya aku karena dia tak lagi melihatku..aah seketika dia seakan memergoki abis-abisan dengan tatapan dinginnya. Huuuh..untung tak lama karena dinda menepuk pungguku dan menyeretku masuk ke bus. Dia hanya berhenti menatapku dan menundukan kepalanya ke tanah yang tak ada yang ingin ia temukan.
Sang mentari mengabarkan ku tuk mampu memandangmu
Membiarkan rasa ini mencium hawa indahnya
Meluaskan gemuruh batinku
Serta memuncakkan kegetiranku tuk selalu ingin menatapnya
Daratan memang mulia..betapa mudahnya tuk terjangkau??
Andai butiran keberanianku menyatu..
Mungkin aku takkan menjadi seorang emas yang hanya diam
Diam dan menanti ada yang ingin memanfaatkannya
………………….

Dengan wajah yang segar..aku melangkah duduk di bangkuku.
“Clara..kamu kok mukanya sangat merona. Hayoo..abis kesambet setan halte yua??” tebakan asal ala Tika.
“kenapa tuh dind…sahabatmu??setres kali kelamaan jomblo yua??dibawa ke rumah sakit jiwa ajah..”ejek Ifah.
Dinda menggelengkan kepalanya, aku hanya tersenyum serta memainkan pandanganku ke jejaring sosial di handphoneku.
“dinda..kamu kenal Aray??”tanyaku.
“kenal..kenapa??aray idolanya temenmu kan dulu?” jawabnya seraya tanpa nada curiga.
“ini bukan facebooknya?”tambahku.
Dia mengangguk,,aah senangnya,,,sang pangeran halteku..wkwk
“tika..menurutmu kalau cewek yang hubungi cowok duluan sich gimana??pastii nggak ada harga dirinya banget yua..hehe” ucapku menatap Tika.
“aah nggak jua..santai aja kali..ini tuh jaman emansipasi wanita..aah cewek jua nggak hanya menunggu,,menunggu..menerima..menerima..” panjang lebar Tika.
“tapii,,menurutku mah masih ngutamain harga diri” serobot ifah yang belum tersentuh jiwa pacarannya.
“dasar kolot..”Tika menyenggol badan Ifah.
Ifah hanya menggaruk-garukan kepalanya. Malahan sekarang mereka beradu mulut merambah gara” pertanyaanku.
Aku hanya tertawa melihat keanehan sahabatku itu.
“kamu suka Aray?”kata-kata Dinda menusuk jantungku.
“aaah kamu..kagak lha…biasa ajah..dia kan idolanya Kiky,,temenku itu..”aku membela diri.
Dinda menatapku lekat seolah dia mampu membaca mataku…aah aku langsung kabuur. Ifah dan Tika justru mengejarku.
Kami berempat pun kejar-kejaran seperti anak kecil, biarin ajah mumpung lagi class meeting,,so,kagak ada pelajaran dech..hahasik.
BRUUUK….tubuhku menabrak cewek cantik. Dia tersenyum padaku.
“Kiky,,sorry bangets yua..nggak sengaja..kamu sich??”aku tuduh-tuduhan ama ifah,Tka dan dinda. Mereka sontak mau membabi gulingkanku..

“aku duluan ky..”aku kabuur lagii.
Napasku terengah-engah. Aku duduk di kolam ikan dekat greenhouse sekolahku. Tampaknya mereka tak ada gairah memakanku,,ifah,tika dan Dinda pun duduk berderetan bersamaku.
“kamu takut kiky tahu masalah ini??”selidik dinda.
Ku alihkan pandangananku pada ikan-ikan yang berenang dengan bangganya. Aku seolah tak ingin menjawab hal itu..aku mungkin salah,,namun,,bukankah Kiky jua sudah mempunyai kekasih..apa aku salah??aah entahlah.
“mending jujur aja..”kompak Ifah dan Tika.
Aku memandang satu persatu sahabatku,,entah ada hal lucu apa..kami tertawa bertiga..terbahak-bahak merasakan segarnya oksigen yang langsung dikeluarkan oleh bunga dan pepohonan sekitarku..aah sekolahku memang lebih mirip dengan suaka alam.hehe
……..
Senja berbisik padaku…matahari mulai berpamitan
Hatiku bergemuruh…konsentrasiku tlah hilang
Awan tiada bersih..separuh bersih dan ada yang penuh bulatan tak cerah
Benarkah awan itu sedang menggambarkan apa yang kurasa??

Aku turun dari bus bersama dinda. Aku harus menunggu Bapak supirku menjemputku,,aku memang lebih suka separuh jalan seperti ini karena bersama Dinda..aku lebih nyaman.
“ada bus tuh,,daripada kelamaan nunggu sopirmu,,mending ikut ng-bus sekalian”ajak Dinda.
Memang searah rumahku dan dinda. Jadwal jam yang tak sama membuat aku tak bisa berangkat dari rumah bersama-sama dengan mobil ayahku.
Tiba-tiba hatiku berdetak, aku menolah ke sudut arah,,
“ARAAY..”cengahku.
“hmm…yua dia aray..udah dech pulang yukzz..”paksa Dinda.
Aku hanya pasrah dan membiarkan pikiranku melayang yang melihat aray hanya sebentar.
Syukurlah,,,setidaknya aku melihatnya di tengah kelelahanku di sore ini akibat aktivitas sekolah.
……….
Pecundang mengibaskan katanya padaku
Penjahat idola sahabat menudingkannya padaku
Kemunafikan merambah dalam hinaanku
Bimbang??ealah…
Aku memberanikan diri ke rumah kiky..setidaknya aku harus izin tuk mendekati aray. Gemetarku mengetuk pintu rumah Kiky.
“eeh Clara..ada apa?tumben ke sini?”tanyanya sambil menyuruhku duduk.
“Aray lagi jomblo lhoo..”aku hati-hati membuka pembicaraanku.
“sumpah??aasiik” Kiky tersenyum bahagia.
“kamu kan dah punya pacar..hampir setahun hatiku mati..boleh aku yang mendekatinya??”tanyaku blak-blakan.
“iiih nggak boleh…”tolaknya.
Aku mengernyitkan kening.
“whaha boleh koq..aku kan dah punya someone” ledeknya padaku.
Senyumku mengambang, hatiku tak lagi bimbang..aku kan berusaha.
……

Semampunya kau dekatku
Bersamamu ku merasa tenang
Andai adanya kita adalah satu
Hanya kau..kau…sang bintang hariku

Segala ketakutanku aku buang. Dengan sedikit nada bercanda aku menyapa seorang yang tlah membuatku gila. Tak langsung pastinya. Aku meng-inbox faceboknya.
Uuuh dia tak menjawab..dengan nada kecewa aku merebahkan badanku dimalam ini. hampir setiap detik aku belingsatan hingga akhirnya dia menjawab dengan segala friendly-nya..betapa senangnya aku.
Dalam waktu tiga hari..akhirnya kami sudah berkomunikasi tak lagi dengan inbox fb tapi,dengan sms langsung. Setiap pagi ku sumbangkan senyuman terindah dan penampilan semenarik mungkin. Aah sungguh..Tuhan mendengarkan doaku.
……….
Sesungguhnya hatiku perih menahan rindu..
Menantikan untaian yang begitu sangat ku harpakan
Mungkin aku memang seonggok sampah atau hanyalah penggemarnya
Dia senang sekali memberi harapan indah padaku
Tapi,,seperti hanya sedang bergaya-gayaan
Aah aku sungguh tak bisa menafsirkan perasaanya.

“kenapa clara perhatian banget sama aray?”tanya aray dalam pesan singkat.
“perhatian??au ah..aku rasa kamu jua mengerti”jawabku.
Dia tak membalasnya lagi. Aku memang bodoh bagaikan pungguh yang merindukan bulan. Bagaikan seorang gembel yang berharap mendapatkan cinta sang pangeran.
……..
Aaah aku tak kuat dengan aktivitas sekolah yang selalu intensifikasi sampai sore. Tiap hari ada saja ulangan. Setiap wekeend ada acara disekolah.
Badanku demam..namun,,aku paksakan diri hingga hari ini datang,,badanku tak mampu ku gerakan,,mual,,pusing,,,demam,,batuk dan pilek sungguh kompleks.
Hari sabtu yang tlah terancang tuk latihan musik bersama teman-teman, pergi ke hajatan teman, dan tertawa ceria bersama teman yang pulang dari kost-kostan.
Aku memang tak mampu menyentuhnya
Ku tetesakan rasa laraku
Pedih memendam rindu dan kesakitanku
Seharusnya dunia ini bermakna denganmu

Aaah,,,aku absen hari ini. aray perhatian sejak mendengar kesakitanku meski hanya sesaat dan kadang menghilang. Setidaknya aku tersenyum meski sesaat.
Aku begoo…kenapa harus menangis tuk hal ini karena ketika badanku terbujur kaku. Sahabatku dengan membawa segudang cerita datang padaku. Membuatku melupakan sakitku. Sejenak ku lupakan semuanya, hanyalah canda dan tawa bersamaku.
Malam ini..ku teteskan airmata kebodohanku
Harpan terlalu indah..terlalu tinggi
Menjatuhkanku diantara bintang
Resah jiwaku menanti..mengingat yg terlewati
Dia pergi..mungkin menghilang sementara..atau datang lagi..

Di malam indah bagi remaja..aku disini membayangkanmu menangis merindukanmu,,menanti kabarmu..mencari akan bintang terangmu..akankan aku tahan periih ini..dambaanku..kau..kau…
Ku harap perasaanmu sama dengan wanita bodoh ini..endapkanlah laraku wahai arayku,,,clara menunggumu disini dalam bebaringan sakitnya..tangisnya semakin menjadi ketika dia mendengar alunan yang mengingatkan semua tentangmu..cinta..cinta..seharusnya kita bersama..menyatu di pekatnya hari..lihatlah aku disini..melawan getirnya hari..tanpamu aku lemah..tak berarti..redup..sakiit..miss you my aray.

Malam yang penuh kerindangan dan kesejukan
Aku tak menanti sebuah pelangi di malam hari
Ataupun mencari secercah kilat dari letupan ratapaanku
Aku disini,,terdiam,,tersenyum akan ronanya dibalik mentari

Senjaku mengiringi garis wajahnya menyelundupi pinta pada Tuhanku
Semerjap aku menghela napas
Benar adanya..waktu??Eah indah awal..ku harap menjadi realita hingga akhir

Aah aku terlalu bahagia dan berharap
Biarlah..setidaknya ini merupakan riakan hati yang tlah lama tak menjulang
Aku benar-benar merasakan dasyatnya perasaan ini
Bergejolak mengantreo bumi..berputar..ledekan itu semakin luas
Satu yang tetap utuh
Itu ialah sesuatu yang ku tafsirkan padanya akan sebuah rasa


Aku tak mengatakan daun berguguran maupun musim semi telah datang
Namun,,aku dengan setapak keterbatasanku memulai langkah mantap tuk mencapai hatinya
Semuanya akan mencaciku mungkin
Namun,,aaah aku percaya akan dia
Percaya akan aku
Percaya akan proses hidup
Dan percaya akan kesuksesan dlm segala hal karena usaha dan waktu
Apalagi kau..kau…dan kau…

Beribu bintang menyapu pandangan hingga semua cerah
Duuh,,kenapa mataku hanya menangkap hanya satu
Satu dan selalu satu…
Kau dan kaulah itu…

Semua yang berawal dari kata berlebihan memang tak baik
Hmm…ku kan mencoba bertahan membentang benteng agar sanggup mengambil resiko

Mentari..membiarkanku tak mampu mengendalikan jiwaku
Jiwa yang terlunta karena tatapanmu
Memerah dan kehilangan strategi tuk menjadi seperti biasanya
Memuncak kesaltinganku
Mengalun ke aliran huluku
God..he is so good looking in my eyes

Berapa lama penantianku akan rasanya cinta hadir kembali??
Aah tak peduli…yang aku tahu
Dia di sampingku…menjadi pendengar dan peledekku
Meski..kau masih sebatas temanku…. 

Aku melangkah tak terkendali seakan semua hilang bertubi-tubi dalam hidupku. Kepalaku terasa berat seolah menolak pergerakan kakiku. Pikiranku melayang..remang terlihat..ku hanya melihat gelap dan kini ku rasa aku tak sadarkan diri……

Ku terbangun..terlihat semua sudut berwarna putih…kaku tubuhku..selang infus di pergelangan tanganku..kU melirik ke arah sekitarku hanya seorang yang ku dapati. Ku mencoba memperjelas pandanganku. Dia terlelap dengan gaya duduk. Wajahnya menyurutkan kelelahan. Aku mencoba duduk dan menggerakan tubuhku. Why..God??what’s happended with me?? Mana kakiku..

Ku menangis..berteriak sekencang mungkin..sungguh hal yang membuatku berfikir bahwa dunia ini semakin tak adil tukku,,,setelah Kau renggut orangtuaku lengkap beserta keluarga besarku dalam sebuah tragedi maut di selat madura…sesudah Kau merirasionalkan sahabatku dalam pencucian otak terorisme…tak hanya itu Kau menghancurkan nilaiku dengan tidak memasukanku dalam jajaran siswa terbaik hanya gara-gara ku tak mampu mempunyai uang tuk menyuap kepala sekolah yang hoby korupsi…dan kini…..kaki pun Kau ambil..ouwh Tuhan…??aib apa yang tlah ku lakukan hingga Kau mengutukku..? pusing..samar-samar..ku tergeletak..ku tak mampu menghadapi ujianMu wahai Tuhanku..
“Cielsha,,,kau baik-baik saja???ucap seorang yang ku rasa menungguiku sedari tadi sembari mendekatkan diri padaku.
“dokkter…suster…..”teriaknya.

Beberapa jam kemudian…..
ku mencoba membuka mataku dengan sangat pelan, hanya dia yang menungguku. Tersenyum lebar dirinya menyambutku. Jemarinya mulai bermain dengan jemariku yang rada dingin.
Ketika ku mampu duduk..lagi-lagi ku menyeret selimutku berharap kehilangan kaki adalah mimpi belaka.
“ouuuwh….NOOOOOO…God….Kembalikan kakiku”tangisku histeris.
“Cielsha..tenanglah..hey…”tangannya mendekap tubuhku.
Aku terus terisak dalam keadaanku…ketika tak ada yang mampu menjadi sandaranku lalu harus kemana ku pergi..tuk berjalan saja ku takkan mampu.
Kepalaku sangat pusing..sungguh sangat ingin ku pecahkan..eah tiba-tiba otakku berputar sangat kencang membawaku pada semua hal tragis yang ku alami. Serasa ku mengalami kembali dan lagi-lagi ku tak mampu..sejenak ku lihat semuanya ada mengelilingiku.
“Cielsha…kau pasti mampu jalani hidup tanpa kami..tetaplah menjadi kebanggan dan berbahagialah kau masih dapat merasakan dunia..tenanglah kami kan menunggumu di surga kelak nanti..ingatlah Tuhanmu menyayangimu..Dia tak pernah lupa akan keadilan itu” semua mengatakan demikian dengan serentak.
“lalu…mana mungkin ku telusuri hidup sendirian bahkan kakipun ku tak punya” protesku.
“bukalah matamu..senyumlah..di dunia masih banyak hal yang belum kau selesaiakan” akhir mereka.
Aku melepaskan kepenatanku dari tidur yang mungkin sangat panjang.
“Cielsha….” kata lelaki yang tak lelah menungguiku.
Aku membuka semua selang infusku dari hidung sampai tangan..ku rasa ku tak butuh itu semua. Dengan kekuatan seadanya, aku mencoba duduk. Lelaki itu memelukku dengan bahagianya.
“ngapain kakak di sini,,kemana aja ketika aku butuh kamu..bukankah kau sudah tak peduli denganku. Kakak mencampakanku tanpa ku ketahui salahku bukan??hah..biadab..kau tak beda dengan cowok di pinggir jalan” hinaku sambil melepas pelukannya.
“cielsha…maafkanlah aku. Kini…ku mampu jelaskan semua..dan ku harap kau pahami” sanggahnya.
Dia memaparkan jelas semua hal yang terjadi padaku hingga aku terdampar di ruangan yang bau akan obat dan satu hal tragedi yang tak bisa aku terima.
“ingatlah kau Cielsha??? Ketika kau berkunjung di rumahku..kau dapati ayahmu sedang berbincang dengan ibuku. Sebenarnya beliau-beliau tak membicarakan masalah lahan akan tetapi,,ayahmu datang tiba-tiba untuk menjelaskan bahwa beliau adalah…” perkataannya terhenti.
Aku menaikan alis dan mencari maksud perkataannya.
“beliau adalah ayah kandungku…”dia menundukan kepalanya.
“kau bohong..penipu…bahkan ayahku yang telah tiadapun masih kau caci.. aku tahu kak..aku memang sudah tak kau inginkan tapi,,benarkah ini caramu mengakhiri semua??”nadaku meninggi. Semua perabot ku lemparkan padanya.
“dasar anak haram !!!” makiku.
Dia memandangku tajam..mendekatiku..mungkin dia ingin mencekikku. Dia melebarkan tangannya..di lingkarkan pada bahuku..dia diam..ku merasa dia jua ingin melawan fakta dunia.
“lepasin aku..kak Kevin Cuma bisa nyakiti aku aja !!” teriaku.
Justru pelukannya tambah erat..aku menangis sejadinya. Lelah,,pusing..hancur..segala perasaan negatif hadir dalam jiwaku ini.
“lakukanlah apa saja yang kau mau, jika itu mampu membuatmu lega. Kini,,ku kan menjagamu lebih dari seorang kekasih karna aku adalah kakakmu” ucapnya tenang.
Tanganku seakan mengalah,,ku memeluknya dengan sangat erat,,tak dapat aku terima kutukan dunia padaku. Ku memukul punggungnya dengan tanganku meski tak ku jauhkan ragaku.

…………………

“untung liburan sekolah..jadi kau tak akan ketinggalan sekolah gara-gara teroris jalang itu” katanya menyorong kursi rodaku.
Aku hanya diam..
“bentar yua..aku ambil mobil dulu” katanya kembali. Namun,,aku tetap diam. Dia meninggalkanku di depan lapangan parkir rumah sakit.
Empat mobil berhenti di depanku,,ku sangat mengenali awak mobil tersebut. Penumpang mobil itu keluar serta berdiri mengelilingiku bak seorang kue tart dalam acara ulang tahun. Aku dapat menebak apa yang akan mereka katakan pada cewek buntung sepertiku.
“wow..that’s right. This is Cielsha. The best student at our school” kata salah satu dari mereka.
“yoha guys,,uuh lebih tepatnya the expairted best student…” sindir anggota lain. Mereka menertawarkan..tak hanya itu mereka terus mencibirku. Hah..dasar cewek-cewek bego yang hanya bisa menghamburkan harta orang tua mereka. Cewek-cewek luzzer yang haus akan nama dan penampilan..tapi,,otaknya NOL BESAR..mungkin 2 kali 4 pun mereka tak bisa menjawab..pikirku. aku hanya diam dan diam.
“haduh..koq diem sich??nggak punya apa-apa dan nggak punya siapa-siapa sich yua..kasian. guys…tahu nggak sich loe..tak hanya keluarganya yang meninggal..sahabatnya setres,,nilai sekolah hancur eh sekarang mantan pacarnya itu malahan kakak haramnya” maki cewek yang terus memegang kaca.
Darimana mereka tahu semua hal itu. Inginku cincang-cincang mereka. Bukankah mereka lebih hina dengan mendapatkan prestasi tanpa usaha. Hanya selalu mengandalakan uang dari ortunya yang hobi korupsi.
Kak kevin datang..berharap banyak dia bisa jadi pahlawanku saat ini. Dia berdiri di dekatiku dan semua cewek bodoh itu langsung ganti pola lantai dengan gaya zigzag serta memberi jalan tuk kak kevin.
“ kak kevin..hmm tambah cool ajah” rayu leader gank luzzer. Iih menjijikan sangat menurutku. Eah mereka kenal kevin karena kevin adalah alumus sekolahku. What??do you know?? Kak kevin tersenyum pada gank bodoh itu..hah ingin ku injak-injak kepalanya.
“thanks girls coz kalian dah menambahkan pahala tuk Cielsha dan aku teramat mendoakan kalian mendapat wahyu dari Tuhan” jawab kak kevin mendorongku tuk meninggalkan kaum bego itu. Sungguh diluar dugaan,,kata-katanya membuat gank bego itu tercengang dan andai saja tak ada kenyataan bahwa dia adalah kakakku mungkin inginku ulangi kisah dulu bersamanya karna tak dapat ku pungkiri hanya dia yang dapat mengerti aku..aku teramat masih menyayanginya.

……………….

“aku nggak mau hidup di rumahmu” ucapku sengit.
Nampak dia bingung..tetap saja dia membopongku turun dari mobil ke kursi roda. Ibunya menyambutku dengan hangat selayaknya dahulu ketika ku masih menjadi pacar kak kevin. Aku diam dengan segala pertanyaan..penawaran..dan pernyataan dari ibu serta kak kevin. Ku berfikir tak ada gunanya.
“maaf rumahnya sempit tapi,,ibu kan tetap menjadikanmu putri ibu” bualan ibunya kevin terlontar.
Aku tak peduli. Aku Cuma membisu.
“ibu tahu kau membenci fakta ini..nak. tapi ketahuilah bahwa ayahmu datang dengan segala bukti yang membenarkan bahwa kevin adalah kakakmu. Mengertilah jikalau ibu mendapati kevin di panti asuhan. Jadi,,tak ada yang tahu akan semua ini” argumen ibunya kevin.
Aku menunduk..tak ingin ku dengarkan kepahitan itu. Kevin dan ibunya berpandangan berharap aku mengeluarkan kata. Dalam situasi yang tak mengenakan kami tetap diam. Hingga…
“ya sudah. Kevin anterin cielsha ke kamar dulu ya bu..??” kevin berdiri mengambil langkah.

…………..

There There’s a hero if you look inside your heart
You don’t have to be afraid of what you are
There’s an answer if you reach into your soul
And the sorrow that you know will melt awaye’s a hero if you look inside your heart

Lagu mariah carey ini ku dengarkan..berharap ku dapati semangat yang dahulu mudah timbul dari hatiku. Ku tutup mataku..ku meresapi segala yang terjadi. Ku ingat-ingat dosa besar apa yang telah aku lakukan hingga Tuhan mengambil semua yang aku punya.
“dapatkah kau mencerna semua ini..cielsha??benarkah sayang yang selama ini kita rajut adalah rasa sayang sebagai kakak-adik??” suara kak kevin hadir dalam lamunanku.
Aku menunduk diam. Aku sangat tak bisa menjawab pertanyaan klasik itu..
“kau tak inginkanku??aku ingin pergi..meninggalkanmu dalam kesendirian di dunia!!!!” tegasnya dan dia menghilang pada suatu cahaya yang menyialaukan mataku.
“KAK KEVIIIN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! “ teriakku.
Kevin dan ibunya menghampiriku..aku terbangun dari semua ini…langsung ku peluk erat kak kevin
“jangan tinggalin Cielsha sendiri..Cielsha takut sungguh..”tak kuasa aku terisak.
“kamu Cuma mimpi..kakak selalu jaga kamu dan nggak ninggalin kamu” jawab kevin menenangkanku.
“minum dulu..nak” sodor ibu.

……………

Pukul 24.00 aku tak bisa pejamkan mataku. Terlalu dilema menggangguku. Aku ingat pada rumahku. Aku ingin sekali pulang meski ku tahu di sana aku hanya mendapati foto serta kenangan lain dari keluargaku. Bayanganku tertuju pada semua hal indah tentang keharmonisan keluarga besarku. Aku belum cukup kembali menerima semua ini. Aku terhampar di kasur.
Aku berdiri di pesisir tempat yang asing buatku. Bersinar…cahaya mendekatiku. Sesosok bijaksana hadir dalam kebingunganku.

“selesaikanlah masalah ini..ayah percaya Cielsha mampu. Jangan pernah pungkiri bisik hatimu” lelaki itu tersenyum.
“ayah…apa benar kak kevin adalah kakakku??ini nggak adil..bukankah ayah seorang lelaki yang setia. Ayah..jangan tinggalin cielsha sendiri !!!” sergahku.
Ayah tersenyum kembali..di balik cahaya Ayah menghilang dengan meninggalkan teka-teki tukku. Namun,,ini membuatku semangat bahwa masih ada kemungkinan bahwa kevin bukanlah kakakku.
“ayah !!!!!!!!!!!” aku mengigau kembali.
Ku membuka mata..ku lihat kevin dengan loyalnya menemaniku tidur di sofa dekat kasurku. Hal yang selalu membuatku tak pernah rela melepasnya. Dia terbangun..dia tergopoh melihatku.
“tenanglah Cielsha…tenang” mukanya sungguh membuatku tak tega karena dia jua yang kena imbas atas semua ini.
“aku ingin pulang ke rumahku..”kataku.
“ini masih tengah malam..besok pagi saja..” tawarnya.
Aku mengangguk…

…….

“kau baik-baik saja??apa kita batalkan ke rumahmu??”cemas kevin sambil mengelus kepalaku.
Aku hanya menggeleng..aku tak pernah lagi berani memandang mata kevin karena aku terlalu takut tuk merasakan getaran hebat dalam ragaku seperti dahulu. Kini statusku bersamanya adalah berbeda. Dia terus melihatku mungkin berharap ku mau menatap matanya agar dia tahu isi hatiku.
“awas kak !!!”tunjukku.
Kevin ngerem mendadak, hupft hampir saja dia menabrak mobil di depannya karena tak sadar ada lampu merah.
“maaf Cielsha..kamu kaget ya??nggak apa-apa kan??”tanyanya dengan nada penuh perhatian. Hatiku sungguh ingin mengelak tapi,,apa daya otakku menang talak dengan pikiran dia adalah kakakku.huh
“turun loe…heh..tanggung jawab loe..tu mobil gue keserek” nada protes mengetuk-ngetuk kaca mobil kevin. Kevin membuka kaca mobil.
“eeh sepasang kakak-adik haram..uuh masih akur ya??by the way..udah kere yua sekarang..ya udah gue nggak jadi minta ganti tapi,,kevin jadi milik gue,,gimana??”tawar leader anggota luzzer seraya curi-curi pandang ke kevin.
Kevin yang eneg ama sifat tuh cewek langsung ngasih uang 500rb ke cewek paranoid itu….
“cukup kan??kalau kurang minta ajah ama ayahmu yang suka korupsi itu!!!” sengit kevin.
“brengsek yua loe…bentar lagi jua loe dan loe kan jadi FAKIR MISKIN”upatnya sambil berlari ke mobil.
“kenapa sich dari dulu dia nggak berubah??”tanya kevin padaku.
Aku hanya menggeleng. Sebenarnya aku tahu suatu hal yaitu leader gank luzzer yang bernama SISCA itu suka ama kak kevin sejak masuk SMA. Berhubung kevin jatuh cinta ama aku duluan. So,,dia melakukan berbagai cara termasuk merebut posisi siswa terbaik dengan cara yang kotor. Tapi,,tak sekalipun hubunganku dengan kevin terganggu justru malahan tambah kuat.

…….

“maaf koq rumah ini di segel ??”tanya kevin pada tetanggaku.
“Cielsha..kenapa kakimu??aku turut berduka cita atas semua tragedimu. Kamu yang tabah. Maaf setahu bapak rumahmu di sita sama bpk.Doni karena ayahmu kalah thunder dalam berbisnis sehingga segala aset perusahaan dan pribadi milik ayahmu di ambil”papar bpk.yang di angkat sebagai RT di daerehku.
“makasih bpk…apa bpk tahu pembantu dan satpamku sekarang dimana??”tanyaku.
“semuanya di angkat menjadi pembantu bpk.doni juga”jawab bpk.RT.
Nada lega dariku karena kasihan jika mereka tak punya pekerjaan. Bpk.Doni..huh tak beda jauh dengan anaknya..SISCA.
“cielsha..??lirih kevin.
“nggak apa..makasih bpk. Saya pamit dulu.”pamitku pada bpk.RT.

………

“oalah..udah fakir..pacaran ama kakak haramnya..kakinya aja udah hilang..koq beraninya ada di cafe..nggak ngaca loe??”sindir SISCA padaku.
“aku pengin ngomong ama kamu,,sis!”kata kevin.
Aku bingung dengan sikap kevin. Ketika kevin mengajak sisca pergi dia memberi isyarat padaku..aku kurang paham hingga dia menunjuk pada tas sisca. Sungguh cerdas kevinku itu..astaga maksudnya kakakku.
Aku menggeledah semua isi tas Sisca..ku dapati benda-benda tak penting antara lain : bedak ..lispstik..pembersih..dan yang lebay lainnya. Aku kaget mendapatkan handy cam. Aku ambil saja. Hp-nya aku buka. Bukan penuh sms dari cowok-cowok keren yang tingkrang di hp sisca tapi,,malahan dari ayahnya semua.
Pokoknya ayah harus membelikan mobil baru tukku atau handy cam ini ku laporkan pada polisi
Ayah….beliin hp merk baru tukku kalau nggak tahu sendiri konsuekensinya
Begitu banyak sentbox sisca pada ayahnya yang berupa ancaman. Sungguh anak durhaka dia hingga ayahnya pun jadi korban kelicikannya.
Aku taruh kembali hp’nya di tas. Aku sms kevin agar menyudahi pembicaraanya dengan ninik sihir SISCA.

…………

“sungguh biadab sisca..ternyata dia otak di atas semua tregedimu. Aku nggak kan biarin itu semua”kevin berdiri.
Aku dan ibu hanya bengong.
“lalu,,,??”tanya ibu polos.
Kevin menyunggingkan mulutnya..dia mengutak-atik hpnya
Kembalikan harta CIELSHA atau kau dan ayahmu masuk penjara karena menjadi dalang pembunuhan keluarga CIELSHA..menyebar fitnah bahwa KEVIN adalah anak dari ayah CIELSHA serta tuduhan TERORISME. JANGAN ABAIKAN SMS INI KARENA AKU MEMPUNYAI BUKTI BERUPA HANDY CAM
Aku..ibu..dan kevin tertawa bersama-sama karena kami tahu apa yang terjadi kini..meski ini nggak membuat keluarga besarku kembali hidup..nggak bikin sahabatku normal seperti dulu tapi,,setidaknya aku dapat memecahkan teka-teki dari hidupku.
“maaf bu..aku sempat mendiamkan ibu..kak kevin maafin cielsha..aku memang tak setegar wanita lain”sesal aku.
Kak kevin dan ibu hanya menjawab dengan senyum dan menurutku itu lebih dari cukup.
Aku pamit ke kamar..ku nyalakan ipod-ku..ku putar lagu kesukaanku-HERO,mariah carey
Ku tutup mataku..sambil berbaring..merasakan setiap lirik merasuk dalam tubuhku…

And then a hero comes along.. With the strength to carry on..And you cast your fears aside…And you know you can survive….So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong…And then you’ll finally see the trut
That a hero lies in you

Lagi-lagi aku bertemu dengan keluarga besarku..di tempat yang sangat indah melebihi segala tempat indah di dunia ini.
“hiduplah..jadikan ini sebagai pelajaran. Ingatlah Tuhan tak pernah melupakan makhluknya. Jadilah kebanggaan kami. Kami bahagia di sini.” Sinar mereka menghilang.
Aku tersenyum dan terbangun…pastinya aku tak mengigau lagi tapi..tak ada kevin lagi menungguiku tidur. Ku membuka pintu kamar…ku lihat kevin tidur di kursi di depan kamarku. Aku mengelus rambutnya..
Dia terbangun..dia tersenyum..dan ternyata dia belum tidur..dia hanya pura-pura memejamkan mata karena mendengar aku terbangun..haduh malunya…
“masihkah gengsi mengatakan cinta padaku??”tanyanya membuat wajahku semerah tomat.
Aku menunduk dan memastikan dia tak melihat ke saltinganku ini..
“hmm…masa mau mengatakan cinta ama orang yang lari ninggalinku ketika di tuduh menjadi kakakku sich..kayanya nggak banget dech”sindirku sambil melirik.
“oouw gitu..key lha sekarang aku menjadi dua sisi yaitu kakakmu dan kekasihmu..gimana??”tanyanya genit.
Aku sok mikir..eeh malahan dia mengangkat tubuhku..selayaknya kami menarikan tari ballet dengan judul romeo juliet.ahihi

…………….

Aku datang ke sebuah bank ternyata aset pribadi ayahku sudah di pindah tangankan atas akunku. Tak hanya itu..perusahaanpun telah kembali padaku. Hal yang terpenting adalah kevin bukanlah kakakku.
Kini…ayah sisca yang menjabat jadi pemilik saham terkaya pun jatuh miskin karena beliau di penjara seumur hidup..tak hanya itu beliau jua di jatuhkan hukuman atas tuduhan menjadi donatur tetap terorisme di indonesia. Sisca???haha dia mendekam di buih atas pelaporanku tentang keterlibatannya dalam masalah ayahnya.Aku mengucap syukur atas semua ini…
Thank God..maaf aku bernegatif thinking padaMu di tempo dulu…ku selesaikan mendengarkan lagu mariah carey dari hpku yang memberi makna semangat dalam hidupku
Lord knows dreams are hard to follow..
But don’t let anyone tear them away Hold on, there will be tomorrow
In time you’ll find the way
THE END

BY CELINE SANTOSO

Kenangan yang telah terukir mempunyai makna tersendiri dalam hidup. Entah membuat negatif maupun positif haruslah kita sadari pasti ada hikmahnya.
Jikalau keredupan hadir dalam hariku biarlah bintang terangku yang menyalamatkannya.
Fisik yang terkadang menjadi korban mood pun akan beriringan dengan sang waktu.

AKu ketika baru punya fb hehe

Catatan manis menggenang senyumku dalam pemabaharuan jati diri akan sinar yang sungguh indah merasakan arti menyayangi,,disayangi dan dirindukan.

Diriku ketika mengenal kata SAYANG

Masa sekolah yang hadir mengejutkan aku jauh dari duniaku. Sungguh luarbiasa aku mengenal mereka, memperkenankan aku hidup dalam keadaan yang tak seperti aku. Aku dan diriku sama namun,,beradaptasi dengan perjalananku.

Masa indah masuk SMA

Pengembangan diri yang tak lagi hanya diam menjadikan gerakan semu terasa menjadi realita. Keberadaan yang diakui sesuai yang diharapkan mudah terwujud dengan satu kegiatan yaitu SENYUM.

Listening music is my hobby

Tiada salah menjadi anak rumahan but,,harus travelling jua donx biar always be happy

Menikmati susana pantai Widuri

Tunjukanlah pada dunia bahwa aku ada bukan menjadi sampah namun berusaha menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Celine Style

Overall….Be myself.

Celine Lifestyle..hehe

So thanks for all whom love me and supported me..

Celine love Indonesia

Diary : Peluapanku bagi Jiwaku

Aku melangkah dengan segala kejengahanku melawan sakitnya yang terus mendera hingga kini. Entah apa memang beban hatiku, namun jemariku masih tertahan tak tersentuh oleh yang lain. Makian bersembelit lara mengarungi jawatan hariku.

Mengungkir atau tidak,,terlihat pasti aku membutuhkannya. Namun,,mereka anggap hanyalah angin lalu yang menjulang di streo hidupku.

Aku memaksakan tersenyum,ceria dan menghibur berharap mereka nyaman di sampingku. Namun,,aku hanyalah manusia biasa. Aku khilaf bercanda kelweat batas sekali,,potif yang selalu ku beri menjadi tamparan keras di jiwaku. Sungguh luar biasa begitu banyak yang membicarkanku di belakangku.


UUh sial…pekikku.

Aaaaaaaaaaargh..kenapa jadi aneh begini…..Mereka datang sesuka mereka,,,kesepiian mereka mendatangiku tapii,,mereka acuhkan apa yang aku rasakan.

Guys,,,
Aku manusia…ingatkah kalian?????
aku bukan malaikat yang setia padamu meski tak kau hiraukan.

tak hanya itu…..
kalian anggap aku tak punya hati hanya karena aku selalu gagal menjalani cintaku bersama lelakiku.
atas dasar apa kalian menganggap demikian???
benarkah kalian tahu perasaanku sesungguhnya?????


Pernah aku berniat bad mood dari rumah berharap kalian menanyakan apa yang terjadi padaku..namun,,sia-sia karena baru sampai kakiku terpijak di gerbang,,kalian semua bercuap ria masalah kalian. Aku hanya diam. Kalian tertawa hebat jua ketika mengabarkan kehebatan kekasih kalian.Aku tersenyum. Lalu kalian Bercanda betapa merananya aku.
Tak hanya itu ketika aku bercurhat kalian justru mengatakan bahwa aku yang harusnya mendengarkan kalian terlebih dahulu.

OOuwh God…..benarkah aku menjadi tiang terakhir bagi mereka???

Detik bergembira…aku terhanyut dalam kesedihanku sendiri.
Tapii,,,tenang…sedetikpun takkan aku gambarkan sepintas lukaku di depan kalian..karena kalian nggak peduli.

Cuma yang aku tahu…aku ada tuk mengarahkan kalian dan menghibur kalian tanpa aku berharap apapun dari kalian.

Sungguh pelipurku,,,terhenyak nada kejahatanku bukanlah analogi konotatif tapii,,kalian akan mengatakan “iya yah”ketika bukti di depan kalian. namun anehnya kalian nggak mengucapkan apapun untukku.

Dear my blog…biarlah aku luapkan segalanya di sini karena hidupku tetaplah hanya untuk diriku,,untuk Tuhanku dan untuk keluargaku selamanya,.,,,,

Tuhan..aku berharap hanya detik Ini dan takkan terulang kembali.

3 januari 2011
“gue tahu..gue salah besar kembangin perasaan ini tapi..asal loe tahu gue nggak pernah menginginkan sayang menjadi butiran cinta itu. Gue selalu nurut apa yang loe bilang termasuk dalam merubah gaya hidup gue. Nggak pernahkah loe ngarasin sakitnya semua ini. Aku selalu mencoba menjadi apa yang kamu minta tapi,,berhentilah untuk menjadikanku sepertinya” kata sherly.
Fian sangat sadar selama ini menjadikan sherly seperti cewek yang menjadi obeseinya. Tak pernah terduga bahwa sherly jauh teramat sulit tuk mengartikan keinginannya.

…………..

Tahun baru 2009
Fian membuka jejaring sosial yang lagi IN banget. Setelah sign in seperti biasanya dia serch nama maya.
Sherly sang bintang kesepian >> Maya si bunga tulip: “sahabatku..berhentilah berpura-pura tersenyum dihadapanku. Aku tahu kau begitu ringkih”
Coment : maya si bunga tulip :” thanks..Cuma kamu yang mengerti posisiku saat ini“

Fian kaget..wah sahabat masa kecilnya yang selalu ada dihatinya ternyata sedang sedih. Ingin sekali ku hibur dia tapi,dia pasti menutupi kesakitannya di hadapanku..pikir Fian.
Fian liat chat online ternyata ada nama sherly. Langsung fian mengklik dan ber’say hallo’tapi..sherly nggak menjawab malahan langsung off. Tanpa menyerah fian minta kenalan lewat inbox sherly.
Seminggu kemudian fian mengecek inboxnya tapi..tetap saja tak ada balasan dari sherly. Dengan tak sabarnya fian mengetahui keadaan maya. Dia langsung ng-inbox ke sherly dan menanyakan tentang maya. Eah..tak hanya pada sherly saja,semua orang yang berhubungan dengan maya pasti menjadi mata-matanya agar tahu siapa saja yang dekat dengan maya.
Sherly menjawab enteng “loe siapa sich??dia hanya lagi kurang bersemangat..plis jangan ganggu gue atau gue aduin ke maya”
Fian memberanikan diri untuk tetap hubungi sherly. Dia tetap keukeh untuk bisa menjadikan sherly mata-matanya hingga suatu ketika keajiban itu datang. Sherly yang bad mood akhirnya memeberikan no.hp dan siap jadi informant fian.

………………..

Fian dan sherly berkomunikasi setiap hari. Hampir jauh sudah dari tujuan utama mereka. Sebuah pembicaraaan tentang maya hanya 20% dari hubungan ini. Tak disangka kini mereka berpacaran. Awalnya sherly ragu tetapi dia tak mampu membendung perhatian yang teramat besar yang dilimpahkan dari fian.
Berjalannya hari…tuntunan fian semakin besar hingga membuat sherly teramat tertatih menjalani cinta ini.
Kini,,sherly tak mampu menyimpan perasaan hancurnya. Dia keluarkan hingga memori of 3januari 2011 tercipta.

…………….

Catatan sherly menunjukan sekarang tanggal 3 februari 2011. Sudah sebulan dia tak kontak dengan fian. Dia tutup buka harian dengan langkah gontai menuju danau di pnggir kota. Sherly melihat sekeliling danau..ada yang membuat hatinya memanas.
“inikah yang kau balas padaku,,ketikaku berubah menjadi apa yang kamu mau. Maya..eah hanya dia yang memang kamu inginkan hingga 1tahun lebih kita pacaran kau meminta merahasiakan hubungan kita.”baak tangan sherly mendarat di pipi fian.
“maksud kamu apa sher..?bukankah kau tak mengenal fian dan pacarmu anak kampus sebelah kan..?”tanya maya bingung.
Hancur sudah,,sherly pergi dengan rasa yang begitu porak poranda. Hampir maya mencegah sherly tapi,,dengan tanpa dosa fian melarangnya. Fian menceritakan semua tetapi,,tidak dengan fakta jikalau hubungannya bersama sherly sampai pada tahap pacaran. Fian hanya menceritakan bahwa dia mendekati sherly untuk mengetahui semua informasi tentang maya.
“lalu kenapa sherly berkata demikian..?”tanya maya semakin nggak ngerti.
“dia hanya salah mengartikan perhatianku. Aku tak pernah membuat dia sepertimu. Aku hanya bilang jika dia mau menjadi feminim pasti banyak senang terutama aku. Ingatlah senang bukan berarti cinta”jawab fian asal-asalan yang penting mampu menutup kebusukannya.

…………………………

Teruntuk sahabatku maya :
Akulah sang daun yang tetap berada dalam rindangnya pohon
Gemerlap tak pernah takut karena aku kira pohon selalu ada untukku
Tak terkira pohon ingin menjadikan daun seperti bunga merekah sepertimu
tetesan perjuangan daun untuk menjadi bunga telah kulakukan
Tetapi..obesesi adalah obsesi..pohon hanya inginkan bunga itu
Dia lampiskan penantiannya dengan merubah daun layaknya bunga
Dengan rasa setia daun mencoba mengerti
Hingga detik ini..bunga luluh akan penantian pohon
pohon menghempaskan daun dan menjadikan bunga pendampingnya tak peduli kemana daun itu pergi
Goresan luka tak kusalahkan padamu
Namun,,pada hatiku yang mungkin akan mati

Sherly menutup buku diarynya. Kini dia melangkah bebas tanpa harus menjadi orang lain.

“AAAAAAaah…..”teriak sherly
Sherly mencoba membuka mata..wew dipelukan siapa sherly terselamatkan dari truk besar.
“heh…kamu udah 1tahun lebih meninggalkanku. Kau menghilang bak seorang hantu” tanya sherly sambil memeluk kembali sahabatnya.
“aku bukanlah pohon rindang yang ingin menjadikanmu bunga tapi,,akulah sebuah pohon yang melihatmu adalah sosok yang lebih dari sekuntum bunga. Jadilah daun yang setia padakku buanglah angkasamu tentang noda cinta di masa kelam. Bukankah daun ini membutuhkan pohon tuk berhenti dan hidup sepanjang usia. Aku hanya pergi karena sedih melihatmu berubah menjadi orang lain”jawab angga panjang lebar.
Tanpa ragu,,angga berjalan menggandeng tangan sherly dan tiada lebih indah dari hari ini tuk sherly karena ada yang mampu mencintai dia apa adanya.
“sherly…angga…..”teriak suara yang agak lembut dari sebrang jalan
Sherly dan angga terhenti.
Kini maya bercak pinggang “hey..kalian jadian nggak makan-makan nech??”
Semua tertawa bersamaan.
“daun…maafkan bunga bangkai ini yua..???aku sadar pohon rindang itu tak lebih dari sebongkah obesesi. Aku minta maaf yang pernah ragu akan persahabtanmu padaku” maya berubah expresi terlihat sangat dia menyesal hingga menitikan airmata.
“darimana kalian tahu perumpaan daun..pohon…bunga…hmm bukankah aku baru mencatat di diaryku tadi???? Eah maya..aku nggak pernah menyalahkanmu..inilah sahabat maya,,dan aku minta maaf pernah berbohong padamu soal cowokku”suara sherly terdengar sangat tulus.
Tiba-tiba tangan sherly ditarik kembali oleh angga dan maya tak mau kalah..dia mendorong tubuh sherly pada suatu tempat.
“di danau ini kau menangis dan aku ingin didanau ini kau tertawa..lihat dibelakangmu”tunjuk angga pada sebuah benda.
Yang terlihat adalah….kamera cc tv. Pantas saja angga pulang dari luar kota karena kini dia tahu sherly butuh seseorang di sampingnya.
Sherly tersenyum senang tak di duganya angga mengetahui semua hal yang dirasakannya selama ini. Tiada bimbang sherly memeluk angga layaknya sepasang kekasih yang berpuluh-puluh tahun tak bertemu.

19 april 2011
Cinta bukanlah dia menjadi apa yang kita inginkan
Tapi,,melihat dia menjadi apa dirinya
Keindahan cinta adalah ketika kita saling menyayangi apa adanya
Lembaran kisahku hanya sebagian dari berbagai kejadian cinta di dunia
Ku harap semua orang bisa merasakan arti cinta sesungguhnya
Jangan biarkan hatimu menuntut dia seperti yang kau mau
Namun,,lihatlah dirinya begitu indah mencintaimu apa adanya
Dan..
Tak perlu kau menjadi orang lain tuk dicinta
Guys,,just the way you are</strong
>
THE END

“kaliaaan………huh gue nggak nyangka ini balasannya” Gracia pergi.
“Gracia..”teriak sesil,Radit dan Fikran bebarangen.
Gracia berhenti sejenak, diraihnya tangan fikran. Fikran hanya mengikuti langkah Gracia.
“anterin gue pulang” pinta gracia dengan nada datar.
Fikran mengangguk dan membawa gracia ke rumahnya. Sementara Sesil,Radit dan Joe hanya menunduk merasa berdosa.

Sampailah di depan rumah Gracia..
“udah sampai…”lirik fikran menatap Gracia.
Fikran hanya tersenyum melihat gracia tengah tertidur pulas mungkin karena dia tlah capek menangis. Fikran mengusap halus pipi Gracia.
Gracia membuka matanya.
“hmm..dah nyampe ya??aku masuk dulu..”gracia berlalu begitu saja.
Fikran hanya tersenyum melihat gracia.
“aku memang tak pernah di hatimu, aku sadar banget membuatmu merasakan cinta dari perasaan yang hina ini amatlah mustahil. Demi kamu..aku rela menjadi tamengmu atas hatimu terhadap Radit. Kau pasti akan menangis wahai gracia ketika aku tahu bahwa kau hanya berpura menyayangiku dengan ikhlas. Tak apa Tuhan,,cukup aku mampu ada di sampingnya ketika dia terluka, aku sudah sangat bersyukur” batin Fikran.

……………

Tok..tok…tok…
“yaaaaah siapa?”teriak dari dalam rumah.
“Radit…kemana ajah kamu,,nak??maafkan ibu nak kalau ibu sering bikin kamu jengkel” ucap ibu ketika melihat Radit berdiri di depan pintu.
“ya sudah tante..saya permisi dulu..selamat siang tante” pamit Sesil.
Tanpa menjawab salam sesil seperti biasanya ibu angkatnya Radit menutup pintu dan mendorong Radit masuk. Sesil mulai terbiasa dengan sikap ibu angkatnya Radit ini.
Sesil membalikan badannya untuk pulang, sebidang raga tlah menghangatkannya dari punggung sesil. Sesil membalikan badannya kembali,di peluklah lagi seorang sesil oleh Radit. Sesil menerima pelukan itu dengan hangat.
Terbit senja menjadi saksi bertemunya dua raga
Kiasan tersirat menemukan arti dalam sebuah rasa
Terciptalah kau hanya tuk jiwa yang tak pernah sebesar cintanya
Namun tetaplah biarkanku meraih kesempuraan cinta dari cacatnya kebesaran

Pelukan Terhangat


Ditutuplah diary sesil di hari ini. dia hela napas panjang berharap esok hari akan lebih baik dengan hadirnya Radit di sampingnya.

………..

“berangkat bareng yua Sil…” ajak Joe sambil mengunyah nasi goreng.
Sesil bermain dengan matanya, benar saja dalam hitungan menit ketokan pintu tlah berbunyi.
“gue cabut dulu…daaah Joe” Sesil melambaikan tangannya.
Seorang cowok manis nan Rapi tlah menyambut hangat dengan senyuman terindahnya tuk pagi ini.
Radit meelebarkan tangannya.
“mari..my princess” ucap Radit hangat.
“key my prince,,ini kuncinya” Sesil memberikan kontak motornya.
Radit menggelengkan kepala. Sesil menjawabnya dengan kernyitan kening. Radit membawa Sesil ke sebuah halte bus.
“naik bus??”ragu sesil.
Radit tersenyum dan memegang pundak Sesil.
“nggak perlu apapun tuk mencapai tujuan selain kebahagiaan tulus dari hati. Tanpa materiil..kita mampu bersama, bahkan mencapai cita-cita bareng dengan naik bus. Keberatankah sang princess dengan the beast ini??” halus Radit.
Sesil sungguh tergerak hatinya. Di peluklah Radit dengan manja.
“iih malu tuh di liatin orang-orang”ejek Radit.
“bodho..”jawab sesil manja.

Bus datang,naiklah kedua remaja yang sedang dilanda asmara ini. Bus dipadati oleh kaum siswa yang ingin mencari ilmu dan sebagian ibu-ibu yang ingin pergi ke pasar. Sesil baru pertama kali naik bus . Tangan Sesil di tarik Radit ke tempat duduk yang kosong. Mereka duduk bersama. Tak pernah ia lepaskan tangan sesil karena ia sadari pasti ini adalah pengalaman baru sesil naik bus. Sesil memandang ke arah jendela, entah apa yang terjadi dengan sesil dirinya merasa sangat bahagia seperti anak kecil yang di ajak jalan-jalan. Genggaman Radit terlepas. Sesil merubah arah pandangnya. Seorang Ibu yang sedang hamil duduk di samping sesil yang sedari tadi di duduki Radit.

“maaf ya nak,,pasti ibu mengganggu kalian.” Ramah ibu tersebut.
“nggak apa bu,,saya jua sebenernya malu dari tadi pegangan sama pacar saya padahal ini bukan untuk ajang kemesraan bu tapi,,karena ini pertama kali saya naik bus” ucap sesil malu.
“iih,,kamu cantik dan imut banget nak,,pantesan jarang ada bus panas ini dinaiki bidadari kaya kamu. Ibu boleh cubit pipi kamu nggak nak,,saya ingin anak saya seperti kamu karena analisa dokter mengatakan anak saya perempuan” pinta ibu.
Sesil hanya mengangguk. Ibu tersebut mencubit pipi sesil dengan lembutnya. Nampak bahagia ibu itu lalu mengucapkan terimakasih.
“ Radit,,radit nggak turun kan udah kelewat sekolahannya radit???”tanya sesil.
“Kan mau nganterin sesil sampai sekolahan..”jawab Radit.

……………

Bel pulang berdering…..
Sesil melenggang dengan handphone di telinganya ke luar sekolah.
Seeeeet…hp Sesil direbut Gracia. Sesil memandang lekat wajah Gadis itu.
“loe udah ngancurin muka gue di depan Radit. Key..gue terima. Selamat ajah moga langgeng and inget gue nggak akan maafin loe kalau loe bikin Radit sedih” sengit Gracia memberikan hp sesil.
Dengan santai Gracia hanya menjawabnya dengan senyuman. Langkah sesil melaju dengan cepat, benar saja Radit sudah stand by di depan sekolah sesil.

“hmm…beneran ne mau nganterin sesil?? Ntar telat lho kerjanya..”sindri sesil.
“iiih sok tahu neh..” tangan radit bermain hidung sesil.
“aduuh..”kata Sesil.
Radit mengabrikan-abrikan rambut sesil. Mereka tertawa ria seraya berjalan menuju halte yang dekat sekali dengan sekolah. Begitu senangnya suasana mereka hingga tak sadar ada seorang cewek memerhatikan mereka di ujung gerbang sekolah.
Gadis itu berhenti memandangi dua sejoli tersebut, hatinya remuk tak tertinggal,,seakan teriris dia sekarang menangis.
“inikah alasan loe nggak mau gue anterin??”tanya fikran mengagetkan Gracia.
Wajah gugup di tunjukin oleh Gracia namun,sesaat kemudian gracia justru pergi meninggalkan kekasihnya itu.
“gue emang terlalu hina buat loe…” teriak Fikran yang melaju cepat dengan mobilnya.
Gracia semakin hancur, tak mampu ia lihat kebenaran apapun atas ini. sekarang dirinya berada di naungan kegelapan yang teramat dalam. Mengalun lambat kakinya hingga pada sebuah halte bus. Tak mampu dibendung lagi ketika melihat Radit asik bertawa ria dengan Sesil, tak ingin terlihat lemah, Gracia menutupi wajahnya dengan buku. Penasarannya memuncak dan mengikuti kedua makhluk itu menaiki bus.
Sesil terus memegangi hidungnya, dia sangat nggak suka ada asap rokok. Begitu banyak bapak-bapak dan anak lelaki seumurannya yang sedang asik menghisap rokok di bus. Sesil semakin bad mood ketika tak ada tempat kosong untuk duduk. Radit yang melihat rona wajah kekasihnya pun langsung mempunyai ide cemerlang.
Greeeeeeng…
Baby you’re all that I want
When you’re lying here in my arms
I’m finding it hard to believe we’re in heaven

And love is all that I need
And I found it here in your heart
It isn’t too hard to see we’re in heaven

Sesil terhibur dengan alunan melodi yang dinyanyikan Radit. Radit berhenti berdendang.
“selamat siang para penumpang, saya tak ingin sendiri bernyanyi karena saya mempunyai seorang wanita cantik bersuara emas. Inilah kekasih saya yang termat saya cintai,Sesil..” Radit memohon sesil bernyanyi.
Radit memetik gitarnya di nada lagu kesayangan Sesil. Sesil pun mulai berlantun.
Don’t make me close one more door,
I don’t wanna hurt anymore.
Stay in my arms if you dare,
Or must I imagine you there.
Don’t walk away from me.
I have nothing, nothing, nothing
If I don’t have you

Sesil menyelesaikan lagunya. Semuanya bersorak ramai atas sumbangan suara sesil yang sangat merdu layaknya whitney houston.
“maaf para penumpang,,saya Cuma bisa menyanyikan musik klasik. Maaf jika mengganggu perjalanan anda sekalian” ucap sesil.
“neng jangan minta maaf atuh,,kami terhibur. Walaupun ane nggak tahu artinye tapi,,keyyend banget dah suaranya eneng” celotet salah satu penumpang dengan logatnya.
Semua penumpang tertawa atas koment dari penumpang tersebut. Radit menyerahkan gitar ke pengamen lalu memberikan uang Rp50.000.-
“nggak usah de..buat adhe ajah. Saya berdosa jika menerima uang dari adhe karena saya melihat adhe tulus bernyanyi demi pacar adhe. Jangan pernah bosan dalam menjalani hubungan kalian ya dhe” tolak pengamen bangga.
“Terimakasih semua..saya tak meminta pujian ataupun uang dari anda sekalian tapi,,saya hanya minta doa’nya semoga kami langgeng” ucap Radit sebelum meminta kondektur tuk berhenti.
Memanas hingga terbakar melihat adegan yang sungguh tulus dari hati, Gracia tetap ngotot mengikuti Sesil dan Radit.Gracia mempercepat turun dari bus lewat pintu belakang bus. Gracia memikirkan hal aneh karena mereka turun di lokasi yang telah melewati rumah Radit maupun rumah sesil.
“Bebz..koq rasanya adanya yang ngikutin kita ya??”kata Sesil memulai panggilannya pada Radit.
“udahlah bee..nggak usah di pikirin..ayukz” tarik Radit menuju sebuah danau yang berada di daerah cukup jauh dari pusat kota.

Gracia masih saja mengikuti mereka dan mengumpet-umpet di belakang pohon rindang. Entah rasa apa yang menggeluti jiwanya hingga dia ingin sekali mengikuti mereka.

The romance


Radit dan Sesil duduk di dermaga kecil, Sesil berdiri sesuai permintaan Radit. Radit bersimpuh di depan Sesil.
“my princess,,maukah kau selalu ada dalam hariku bersama pahatan luka penjara atas jiwaku?” ucap Radit memegang jemari Sesil.
“of course my prince..”jawab sesil.
Radit memasukan cincin pada jari manis sesil. Sesil tersenyum, Radit pun berdiri dan mencium kening Sesil.
Adegan ini memparah sakit hati gracia yang masih mengamati pasangan ini. Hancur pun terlalu indah tuk mewakili perasaannya.
Rintikan hujan berkumandang membasahi para jalan yang kering, suatu kebersamaan yang dialami oleh gracia,
“aduuh ujaan..pulang aja ya??”ajak Radit.
Bukannya mengiyakan justru Sesil menari-nari dibawah hujan,,Radit pun tak bisa mengelak,,mereka berdua berdansa di hangatnya hujan yang semakin lebat.
Berbeda dengan Gracia, dia titikan air mata yang telah berpadu dengan hujan. Tak hanya gracia yang menangis karena ternyata Fikran pun merasakan hujatan keras melihat gracia duduk tak berdaya di bawah pohon.
“gracia…bolehkah gue ada disamping loe meski gue bukanlah pacar yang baik buat loe..”ucap Fikran memeluk Gracia,
Gracia rapuh,,dia tumpahkan tangisnya di pundak Fikran. Dosa besar mengacuhkan Fikran pun masih sama sekali tak terlintas karena di otak,,hati dan jiwanya hanyalah ada kata RADIT.

……..

“Sesil nggak berani..”rengek sesil menggenggam erat tangan Radit.
Radit membujuk Sesil,,Ibunya Radit telah berhadapan dengan mereka, menampakan kekuasaan di wajahnya semakin membuat sesil menciut.
“kenapa telat????siapa cewek ini??????” dingin Ibu Radit menandakan kemarahan.
BERSAMBUNG

“Yink…gue dah nunggu loe 2jam ne….” kesal Lutvia.
“sorry…sorry..lagian scol loe kan negeri..koq jam 11 udah pulang..??” tanyaku.
Sesosok cowok berjaket hijau menghampiri kami….
“iih..yink..loe reseh yua..gue tuh mau curhat penting ke loe. Malahan loe bawa dia” lutvia berdiri dari kursinya.
“sumpah..gue nggak da niat ngajak cowok gue ke sini.. gue Cuma bilang gue ke cafe mau ketemu loe” aku membela diri.
“kenapa sich..gue ganggu kalian apa? Ya,,udah gue pulang aja,,key” andre membalikan badan.
“nggak usah ndre..gue aja yang pulang. Gue capek nunggu orang yang nggak bisa hargai gue” sindir lutvia.
“ key..gue salah. Tapi,,nggak seharusnya loe kaya giniin gue kan?? Gue minta maaf” tanganku terulur pada lutvia. Sialnya…dia malahan lari ninggalin aku. Ketika aku ingin mengejarnya dia berkata kalau aku ikutin dia pasti dia nggak kan maafin aku selamanya. Aku pasrah saja.

……………..

Sejak kejadian hari itu…aku selalu mencoba mengontak Lutvia tapi,,no.hp’nya nggak aktif. Aku ngerasa salah banget. Hingga suatu hari ketika bel pulang berbunyi…ku dapati sms :
Gue tunggu loe di cafe biasa..kali ini gue harap loe ngertiin gue
Lutvia
Aku langsung menuju lokasi…aku tak memberitahu andre karena aku tahu pasti dia nyusul. Aku,,Lutvia dan andrew memang berbeda sekolah. Kami dekat karena dulu kami satu SMP.
Sampaiku di cafe..kulihat Lutvia duduk di tempat biasa…pojok kanan..

Persahabatan kita


“ gue minta maaf atas kejadian hari itu..nggak seharusnya gue semarah kemarin..gue Cuma butuh curhat ama loe. Gue bener-bener dilema” Lutvia memelukku.
“gue yang harusnya minta maaf..ya udah loe curhat aja gih..” aku tersenyum sambil mengajak Lutvia duduk kembali.
Hampir sejam aku dan Lutvia duduk di cafe…anehnya Cuma kata Fito yang menghiasi curhatan Lutvia.
“hah..Fito anak kompleks gue??? Eah..sich dia nggak buruk-buruk amat..dia ibadahnya kuat banget lho. Setahu gue jua dia nggak pernah pacaran. Loe juga termasuk solehah. So,,kalian pasti klop.” Aku mengakhiri pertemuan ini.

………………….

Ku buka hp kakakku..ku cari kontak bernama FITO..huh no.hp’nya pake acara double lagi..
“hayoooo…ge apa Dhe??” suara ka Jaya mengagetkanku.
“nggak apa ka…ne hp’nya..thank” aku langsung ngeluyur ke kamar takut ketahuan ka Jaya.
Aku mulai sms ka Fito dengan contact pertamanya.
Niki sinten nggih..??
itulah balesan Fito padaku. Wah..ini pasti no.bpk’y Fito dech..hupft. aku jujur nggak ne..lhaa demi Lutvia dech aku jujur aja.
Ouuwh yingyang toh..eah kalau mau sms kakak sms ke no.ne j
Sebuah sms jawaban dari Fito dengan no.berbeda. aku mulai sms’n dengan fito. Dia tak asing bagiku karena dia sahabat kak Jaya. Hampir setiap hari aku mulai beraksi tuk mempromisikan Lutvia padanya tapi..dia terlihat males jika mendengar berbagai pujian tentang Lutvia. Dia lebih suka membicarakan tentang AKU..ouwh no jangan jadikan aku memakan tanaman dari sahabatku..God.

……………….

“loe…belum sms Fito?? Kan udah tek kasih no.nya…haduh gimana sich..gue kan tiap hari promosiin loe..!!”omel aku.
“eah..gue nggak berani ying…loe tahu kan gue yum pernah pacaran or deket ama cowok” Lutvia ngeles.
Aku memutar otak berharap mempunyai ide untuk menyatukan sahabatnya dengan sahabat kakaknya itu.
“andre gimana yink??”tanya Lutvia membuatku berhenti berpikir.
“udahlah jangan bahas dia..udah sebulan dia nggak temui gue. Terakhir dia sms hp’nya rusak. Gue nyoba nyari info tentang dia ke teman-teman kelasnya. Tapi,,diia marah..katanya gue lebay” aku hampir nangis.
Lutvia yang tinggal sekompleks ama andre bingung. Dia cerita ke aku kalau dia tadi pagi pas jogging jua sambil sms. Aku kecewa banget. Aku langsung sms andre dan mengancam putus kalau dia lost contact. Eah..benar smsku langsung terkirim.
Muuph yingku sayang,,,gue sibuk banget..besok tunggu gue di depan sekolahmu,,key cayank
Tanpa rasa dosa andre membalas demikian.

………………..

Udah dua setengah jam aku menunggu di depan sekolah..berharap mendapat konfirmasi atas hubunganku dengan andre yang makin terombang-ambing. Eaps..aku tunggu bentar lagi aja dech.
Hpku bergetar..wah pasti ini andre aku ku marahi dia.
“hallooo..andre loe dimana??gue dah capek…”aku terpotong.
“heh…ying..ne gue anggi. Loe masih nunggu di depan sekolah??” kata teman sebangku.
“eah..gue capek di giniin nggi..benarkah gue udah nggak berarti banget di mata dia. Lalu kenapa dia nggak mutusin gue??” aku nangis tak peduli ada bpk.satpam sekolah. Telepon anggi tlah ku tutup. Aku nggak kuat nahan perasaan yang mulai campur aduk. Aku mulai lelah dan pulang dengan rasa hancur.
Sampai di rumah..ku leparkan tas..aku baringkan tubuhku yang telah porak poranda dengan rasa kesal ini. Hpku bergetar kembali.
“hallo…ying..maaf andre baru pulang ne. Andre tadi di hukum guru BK gara-gara selama satu semester ninggalin ekstrakulikuler” andre membela diri.
Langsung ku tutup telepon itu..tak ada yang bisa ku ambil sisi positifnya. Aku tulis kekesalan di sms teruntuk andre. Hanya sebuah ancaman kembali ku utarakan.
Besok temani aku ke anggi’s party or hubungan kita selesai. Aq tunggu pkl.19:00. Telat satu menit kau kehilanganku selamanya

…………….

Malam ini hujan..semakin membuatku panik..pasti andre tak ke rumahku. Bagaimanapun aku hanya mengancamnya dan hal yang menyebalkan adalah tak di beri izin aku pergi di tengah hujan oleh mamaku. Aku menangis hingga terlelap. Ku rasa ada yang inginku terbangun. Dengan perasaan yang dag-dig hpku penuh dengan sms dan contact dari Andre..hmm jua beberapa sms dari Fito.
Aku membuka jendela kamarku. Ku tersentuh Andre menungguku sejam. Benarkah dia ingin membalas dosanya.
Aku langsung keluar rumah dengan membawa payung. Hujan memang sudah tak terlalu deras. Namun,,ku lihat Andre tlah mematung dengan kedinginan.
“ yingyang..kekasihku yang selalu tak kusadari betapa setianya dirimu. Maafkanlah pacarmu yanng urakan ini. Janganlah kau tinggalkanku” hal yang mengejutkan padaku..dia berkata dan menyembah di kakikku.

Dalam dinginnya HUjan


“ku rasa tiada orang sempurna. Tlah kau dapatkan kini kesempatan kedua tukkmu andre” kataku seraya membungkukan badan hingga mampu sejajar dengan Andre.
“aku janji akan berubah menjadi seperti yang seharusnya kulakukan padamu” janji andre.
“janganlah berjanji..lakukan sesuai yang kau maui..aku takkan memberikan kesempatan selain ini” gertakku.

…………..

Andre berubah sehari saja..dia begitu perhatian. Tapi..stop..Cuma waktu itu. Kini dia bak hantu pergi sesukanya. Aku tlah muak dengan sifatnya
Puncak amarahku.. ketika aku berjalan menuju halte andre melintas dengan sepeda motornya. Tanpa punya perasaan dia mempercepat kendaraannya dan tak senyum sekali pada ku. Dan,,sore hari ketikaku pergi ke taman kota tuk menghadiri PERTEMUAN STUDY CLUB , kulihat andre sedang jogging bersama teman-temannya. Lagi dan lagi..dia tak menyapa maupun menghampirikku. It’s enough guys..aku dah nggak tahan.

…………..

Seindah sang mentari redup tapi,,tak untuk hatiku
Kau hadir menjadi orang pertama yang mewarnai hidup
Tak ada yang menyangka rasa ini tumbuh tanpa ku inginkan
Biarkanlah aku menggantikannya..

Tak ada tangis dan sakit yang kau dapatkan jika menerima insan ini
Ku buang catatan serta bunga plastik berbentuk mawar yang di selipkan di bawah pintu rumah. Sangat menjijikan menurutku. Aku melangkah keluar rumah mencari siapa pengirimmnya. Tapi,,tak ada.

…………….

Ku tahu kau bukanlah wanita yang mudah di takhlukan
Hanya mereka lelaki beruntung yang dapat menyentuh hatimu
Mungkinkah ada serpihan hatimu yang tersisa untukku

Kali ini bunga + catatan itu terdapat di tasku setelah tasku di tinggal sebentar olehku pada saat di taman kota. Aku meninggalkan tasku karena aku ingin buang air kecil. Untung ada tong sampah..jadi langsung ku buang.
Hampir setiap hari ku dapati berbagai puisi,,bunga..surat..coklat dan sebagainya yang berbau pemujaan cinta. Hingga suatu hari pemuja rahasia tersebut menaruh flashdisk di kotak surat rumahku. Hanya satu folder di situ. Video?? Eah ..video.
Tak pernah ku bayangkan aku memilihmu seperti ini
Tak mampu ku sembunyikan semua yang kurasakan
Ku mengerti hidupku takkan ada yang abadi dalam kisahku
Sepanjang hidupku kan mencintaimu
Takkan pernah ada cinta setulus hatiku
Biarlah dirikku slalu menjagamu
Tuhan..jadikannya cinta sejatiku
Tuhan tolonglah..jadikan dia,,,jadikkannya..cinta sejatiku

Eah..dalam video itu berisi lagu cinta sejatiku dari second civil..lagu yang sangat aku suka tapi,,ini berbeda. Seorang sesosok cowok manis,,memegang gitar dan terhiasi semua foto-fotoku. Wah..that is amazing. Im really happy. Teramat di sayangkan bukanlah andre yang melakukan ini melainkan Fito. Dilema besar menghantuiku..tiap detik memang Fito memperhatikanku namun,,hatiku tak bisa lepas dari arah andre meski hubungan ini semakin tak jelas.

……………..

Toktok….tok….
Ku buka pintu dengan rasa malasku.
“maafkanlah aku,,,jangan biarkan aku menjauh dengan sifatku dari rasa sayangmu. Tolong,,beri aku kesempatan kembali” welll…andre memakai muka sedihnya.
Aku terdiam sejenak…apa yang kini harus kulakukan??
“besok..tunggu gue di dekat gedung study club. Loe akan tahu apa yang harus loe lakukan hingga tak ada kekecewaan di antara kita” jawabku tegas dan mengusir andre.

…………………

“loe masih sayang ama gue..?”tanyaku di sore itu.
“mas…”belum sempat andre menjawab.
“lupain gue..lakuin apapun yang loe mau..tunjukin ama jiwa loe..lo loe hidup dengan kebahagiaan loe. Gue sadar..gue nggak mampu kasih apapun ke loe..termasuk rasa senang loe dengan dunia loe” ku mulai pada titik terangku.
“Pliss…jangan lakuin ini ke gue” andre mulai dengan jurus menyembahnya.
“basiiii loe…” gue pergi ninggalin cowok songong itu.
Hujan menderaku…tak ada lagi cinta..maaf ataupun hal bodoh aku karena cinta. Memang tak ku pungkiri dia adalah cowok pertama yang kupercaya menjadi cowokku.
“naiklah denganku..kau ntar sakit” suara yang kukenal menghentikan mesin motornya.
“nggak usah kak…udah deket koq,,” tolakku sopan.
“udahlah..kalau nggak mau aku bilangin kak jaya lho” paksa ka Fito.
Aku ikut saja dalam motornya..ku ingat-ingat Fito adalah pemujaku. Tapi,,yang lebih memenuhi otakku saat ini hanyalah ANDRE. Ku menangis di boncengan Fito..untung hujan cukup deras,,mampu menyamakan air mata yang jatuh ini.

………….

aku sayang kamu,,ying
berilah ku kesempatan mengobati luka hatimu
eah..sms Fito tlah nongol di inboxku setelah ratusan sms maaf dari andre.
Balasku : kak Fito cowok bukan??nggak usah beraninya di belakang doank..ying nggak suka
Tak ku kira balesanku membuat rasa percaya diri Fito timbul. Dia mulai perhatian secara langsung padaku seperti menjadi tukang ojegku,,penyaji makan siangku..ngajakku pergi..menghiburku ketika hanya andre yang ada diingatanku..etc
Di cafe….
“ying…gue masih nggak berani hubungi Fito ne…” suara Lutvia menyadarkan lamunanku. Aku baru ingat kalau Lutvia tergila-gila pada Fito.
“hah..fito yua??” aku menggaruk-garuk kepala yang nggak gatal itu.
“hmm…loe lupa nyomblangin gue??” Lutvia ngecap aku.
“nggak koq..besok loe ke tempat study club gue yua?? Semua yang kau mimpiin pasti terjadi” janjiku.
Esoknya…
“bhahaha…”aku dan Lutvia tertawa di depan gedung study club.
“hay..girls” sapa Fito.
Terdengar keras suara jantung Lutvia..terlihat bahagia sahabatku melihat cowok yang sebenarnya mencintaiku.
“gue..ada kelas…gue harus bahas soal ama nak club ne,,,” aku meluncur meninggalkan keduanya.
“ eehh,,,,yang” fito bingung.
“koq yang…eah nama ying kan yingyang yua..hehe lupa” Lutvia gagap gugup.
“nggak koq…aku suka semua hal yang ada pada diri dia. Nggak ada yang cacat menurutku. Selama ini aku nggak pernah berani mencintai seseorang terkecuali yingyang” bangga Fito.
Bagai di sambar geledek Lutvia mendengarnya….
“hmm…bukannya ying dah punya cowok??” lutvia bertanya menahan air matanya.
“eah dah putus…masa kamu nggak tahu..eh ea aku tuh nggak gaul jadi nggak kaya kalian pake bahasa loe dan gue..hahaha” Fito enteng.
“hahaha..”Lutvia pura-pura ketawa lalu permisi buat balik duluan.
Selesai study…
“ka fito..mana Lutvia..kalian dah jadian??” tanyaku.
“maksudmu ying…aku tuh Cuma cinta ama kamu yang…tadi aku jujur aja bilang perasaanku tentangmu ke Lutvia” jawabnya.
“what???loe jahat yua ka…dia tuh sahabat gue..” marahku.
“daripada aku harus berbohong. Denger yingyang…semua yang di landasi kebohongan nggak akan abadi” nasehat Fito.
“dan gue salah besar dah biarin loe sayang ama gue. Gue jua nggak mungkin sayang ama loe coz hatiku Cuma milik andre” aku berlalu.

……………….

“asssalamu’alaikum…..”
“walaikumsalam…..Lutvia…kak fito” aku tercengang membuka pintu rumah.
Mereka menceritakan padaku hal yang begitu menakjubkan. Lutvia merestui hubungan ku dengan Fito..lalu bagaimana dengan perasaanku?? Dengan ikhlas fito menjawab…cinta kan datang dengan perlahan..biarlah rasa itu menyentuh kalbumu.
‘kenapa tak kau katakan itu pada hati loe buat Lutvia..??”aku membalikan perkataannya.
“karena percuma….gue minta maaf sangat. Gue lah yang membuat andre mengabaikan sayang loe.. gue ama andre dah jalan 3bulan di belakang loe” Lutvia menunduk.
“ooouh..ini kerjaan loe..bagus yua skenarionya..thank you very much..my FRIENDSHIP..it is good job” aku hancur mendengarnya.
“nggak buat aku..aku bukanlah karyawannya. Aku sayang yingyang sejak aku di kenalkan ama Jaya. Aku kenal dengan Lutvia jua sejak kejadian di study club itu..mana mungkin aku ikut-ikutan hancurin kamu,,ying” Fito membantah.
“ hmm…bener ying..niatnya ketika andre keukeh milih loe daripada gue..gue mau embat ka fito” jujur Lutvia.
Sungguh diluar dugaan…aku semakin nggak ngerti dengan hal ini. Sudahlah..aku memaafkan mereka semua dan aku lebih baik sendiri dulu.
Malam ini kisahku begitu luar biasa..hanya di sebuah blog ku tuliskan semua ini. Ku putar lagu MOVING ON by Andien

Mungkin ku pernah menangis..mungkin ku pernah terluka
Kini ku kembali…menikamati indahnya dunia
Tak ada bayangan mu yang mencoba menahan langkahku
Bersama mentari ku bernyanyi mewarnai hari ini
Bersama pelangi ku menari menyambutnya bebasnya hati ini
Tiada lagi yang mampu hentikanku melangkah coz’n moving on

THE END

Malam tak berbuih di sambut dengan bintang bertaburan. Tersenyum riang seorang gadis manis menatap sang rembulan. dia tak lagi menitikan air mata. Dia mencoba bahagia seperti yang selalu ia lakukan pada sobatnya. Dia tak ingin terputuk terlalu dalam kembali karena kesendiriannya. Dia tak lagi meratapi duka di masa lalu beserta pujaan-pujaan yang berpaling. Baginya saat ini adalah membahagiakan orang di sekitarnya dan dirinya sendiri.

janganlah siksa diri kita sendiri

Meraih titik rasa tertinggi memanglah tak mudah namun,,satu yang selalu gadis ingat bahwa bukanlah keinginan sesaat yang teraih tapi,,tujuan hidup yang tergapai emas mulia. Bukanlah materiil maupun cinta hina namun,,cita-cita tuk masa depan. berhentilah menjunjung tinggi cinta jikalau kau tak mampu mengendalikannya karena sebuah impian mampu menjadi malapetaka jika kau tak mampu menanganinya. kejarlah Cinta namun,,railah Impian.

Berjuanglah cinta dan Tinggikanlah Impian

Guratan perih atas masa lalu jangan jadikan trauma berkepanjangan maupun kehancuran namun,,tataplah karena hal itu membuat kau lebih baik dan mampu bertahan atas hidup. Jiwa tak kan pedih apabila kita tak menyiksa diri kita sendiri, Jangan buang masa muda dengan berlarut kepanjangan namun,,isilah dengan berbagai pengalaman. Hidupkanlah harimu mulai hari ini seperti gadis bodoh yang selalu ingin berguna bagi orang lain, bahkan sangat childish seperti sakura cord copter.

Kebahagiaan ada ditangan anda

Malam telah larut, sebelum gadis itu meninggalkan tugas yang ia wajibkan sendiri , dia ingin menyampaikan bahwa nggak ada masa lalu seburuk masa depan karena semua adalah pengalaman cahaya demi naiknya jati diri kita.
Gadis itu selalu ingin menjadi sesosok yang tak ingin di idamkan orang lain namun,,ingin di butuhkan oleh orang lain meski terkadang hati terasa remuk.

Jangan Hancurkan dunia remaja

Wahai para remaja,,
Jangan hancurkan dirimu…GO SPIRIT and LIFE MUST GO ON !!!!!!!

salam by celine santoso

Celine Santoso is me